Sosbud

Cerita Abdul Mu’ti yang Selalu Delay Bila Naik Lion Grup, Kok Bisa?

×

Cerita Abdul Mu’ti yang Selalu Delay Bila Naik Lion Grup, Kok Bisa?

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti hampir setiap pekan memiliki agenda mengunjungi daerah-daerah di tanah air. Dalam kunjungannya itu, terutama di wilayah yang jauh selalu menggunakan pesawat Lion Grup. Namun, tiap kali terbang pasti selalu delay (Foto: muhammadiyah.or.id).

BANDUNGMU.COM, Bandung — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti hampir setiap pekan berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia.

Tentu saja, pria berkaca mata itu punya tujuan yang jelas. Selain ingin menemui warga Muhammadiyah di akar rumput, juga sembari melihat perkembangan persyarikatan di tanah air.

Untuk itu, lelaki kelahiran Kudus, 2 September 1968 tersebut, terutama untuk menjangkau wilayah yang jauh selalu menggunakan transportasi udara.

Adapun pesawat yang sering dia gunakan adalah Lion Grup. Namun, setiap kali orang nomor dua di Muhammadiyah ini hendak terbang menggunakan maskapai berlogo singa itu pasti delay.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti: Pendidikan Jadi Pilar Penting Untuk Kemakmuran Yang Berkeadilan

Naik Lion delay

Pengakuan Mu’ti itu dia utarakan melalui akun Twitternya, @Abe_Mukti, siang ini, Rabu, 7 Juni 2023.  Apa cuitannya?

“Hampir setiap pekan saya ke berbagai daerah di tanah air. Hampir setiap terbang selalu dengan Lion Group. Hampir setiap penerbangan selalu delay,” tulisnya.

Sialnya, atas kejadian yang kurang mengenakkan yang menimpa konsumen itu pihak Lion tak memberikan konfirmasi.

“Dan, mereka (hampir) tidak pernah minta maaf atas keterlambatan penerbangan,” sambung Abdul Mu’ti.

Baca Juga:  Tari Merak Sunda dan Raden Tjetje Somantri

Tak hanya itu, kejadian itu, dugaan Bapak Muhammadiyah Garis Lucu adalah karena tidak ada maskapai lain yang melayani.

“Mungkin mereka yakin, hampir tidak ada penerbangan lain yang bisa melayani. Semua Bandara nyaris menjadi “milik” Lion Group,” tutur penulis buku Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama Dalam Pendidikan itu.

Mu’ti pun lantas mempertanyakan bahwa bandara milik pemerintah, bukan milik salah satu maskapai penerbangan.

“Padahal Bandara itu milik negara. Ke mana perginya Garuda, penerbangan milik negara itu. Atau, jangan-jangan negara sudah menjadi “milik” Lion Group?” tanya guru besar Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah tersebut.

Baca Juga:  Asep Sunandar Sunarya, Dalang Asal Bandung Yang Naikkan Pamor Wayang Golek Hingga Mancanegara

Banjir komentar

Kontan saja, cuitan Sang Ketum mendapat reaksi dari para netizen atau followernya.

Bahkan, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum ikut berkomentar. “Ngapunten nggih, Mas,” katanya.

“Sudah motto nya kali Pak. Kalau bisa delay kenapa harus ontime,” ucap @kukuh_irianto

“Saatnya Muhammadiyah mengelola bandara dan punya maskapai sendiri, Prof,” celetuk @Halaman1Google.

Dan masih banyak balasan lain di akun lelaki humoris itu.

Selamat menikmati perjalanan, Prof! ***