Mengenal Sejarah Persib Bandung dari Era 1930-an Hingga Masa Awal Kemerdekaan

oleh -
Tim Persib Bandung zaman dahulu (Sumber: historia.id)

Oleh: RIO PRASETYO

BANDUNGMU.COM – Persib Bandung sudah menjadi ikon dan bagian dari Jawa Barat yang tak terpisahkan. Sejarahnya yang panjang serta prestasi yang melimpah ditambah dukungan dari bobotoh yang militan dan setia, membuat klub ini tak hanya terkenal di Jawa Barat, tetapi di seluruh Indonesia.

Namun sebagian para bobotoh ada juga yang belum mengetahui sejarah awal perkembangan Persib Bandung. Ingin tahu lebih jelas? Mari kita mengenal sejarah awal Persib Bandung, seperti dikutip dari buku Persib Aing (2007) dan sumber lainnya.

Awal mula Persib Bandung dimulai dari berdirinya Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada 1923. BIVB kemudian menjadi salah satu pendiri dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang berdiri pada 19 April 1930 di Yogyakarta.

Ketua umum pertama BIVB adalah Mr. Syamsudin, serta dilanjutkan oleh R. Atot, putra dari tokoh pejuang wanita Raden Dewi Sartika.

Selama era 1920-an, BIVB juga pernah bertanding di luar kota seperti Yogyakarta dan Jakarta. Namun kemudian nama BIVB menghilang dari peredaran.

Pada awal dekade 1930-an, muncul pula dua klub sepakbola lainnya, yaitu Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB).

Pada 14 Maret 1933, kedua klub tersebut melakukan merger dan lahirlah Persib Bandung. Anwar St. Pamoentjak dipilih sebagai ketua umum pertama, sedangkan klub-klub anggota yang masuk ke dalam internal Persib antara lain SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JPO, MALTA, dan Merapi.

Selain Persib, pada masa itu juga ada klub sepakbola yang dimiliki orang-orang Belanda yang bernama Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Klub ini ternyata lebih dikenal dibandingkan dengan Persib karena VBBO lebih banyak bertanding di lapangan UNI dan SIDOLIG yang terletak di pusat kota, sedangkan Persib lebih banyak bermain di pinggiran kota seperti Tegallega dan Ciroyom.

Menjelang pendudukan Jepang, Persib menjadi satu-satunya klub sepak bola di Bandung karena VBBO membubarkan diri (meskipun sempat ingin berganti nama menjadi PSBS).

Selain itu, VBBO juga menyerahkan tiga lapangan miliknya, yaitu UNI, SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan SPARTA (kini Stadion Siliwangi) kepada Persib. Kemudian klub anggota VBBO seperti UNI dan SIDOLIG juga masuk ke dalam klub internal Persib.

Pada era 1930-an, Persib mengikuti kompetisi Perserikatan untuk pertama kali pada 1937 di Solo. Di kompetisi itu Persib keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persis Solo dengan skor 2-1 di Stadion Sriwedari. Sejumlah pemain seperti Enang Durasid, Komar, Jasin, Arifin, Kucid, Edang, Ibrahim Iskandar, Saban, Sugondo, dan Adang termasuk ke dalam skuad yang bermain di partai puncak tersebut.

Pada tahun berikutnya Persib justru tidak lolos ke final kejuaraan Perserikatan, setelah dikalahkan oleh VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra), yang kemudian menjadi juara setelah mengalahkan Persebaya Surabaya.

Kemudian di kompetisi Perserikatan tahun 1939 di Yogyakarta, Persib hanya mampu menempati peringkat ketiga, di bawah Persis Solo dan PSIM Yogyakarta.

Pada era 1940-an, seluruh kompetisi sepakbola dihentikan karena masuknya pasukan Jepang. Seluruh klub sepakbola dibubarkan (termasuk Persib) dan diganti dengan sebuah perkumpulan olahraga yang disebut Rengo Tai Iku Kai. Meskipun tidak eksis, nama Persib tetap hidup di hati tokoh sepakbola dan para pejuang Bandung kala itu.

Pada masa Revolusi Fisik pasca-Indonesia merdeka, Persib mulai menujukkan tajinya. Namun karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung, Persib terpaksa didirikan di luar kota seperti Tasikmalaya, Sumedang, dan Yogyakarta. Hal tersebut dilakukan karena para tokoh Persib yang juga merupakan pejuang dan prajurit Siliwangi harus meninggalkan Bandung ke Yogyakarta.

Baru pada 1948, Persib baru bisa didirikan lagi di Bandung oleh dr. Musa, H. Alexa, Rd. Sugeng, dan A. Munadi sebagai ketuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *