UMBandung
Sosbud

Sejarah Singkat Stasiun Cicalengka

×

Sejarah Singkat Stasiun Cicalengka

Sebarkan artikel ini
Foto: https://heritage.kai.id/page/Stasiun%20Cicalengka

BANDUNGMU.COM, Bandung — Stasiun Cicalengka (CCL) di Bandung merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Panenjoan, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Stasiun ini berdiri di ketinggian +689 m dan masuk dalam Daerah Operasi II Bandung seperti yang disebutkan dalam Wikipedia. Lokasinya dekat dengan Jalan Raya Cicalengka–Majalaya.

Stasiun ini merupakan salah satu stasiun utama di Kabupaten Bandung yang tetap aktif setelah wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat dimekarkan.

Kepadatan penumpang terjadi karena stasiun ini menjadi akhir perjalanan untuk KA Lokal Bandung Raya dan salah satu titik berhenti bagi KA Lokal Cibatu.

Penumpang yang sering menggunakan stasiun ini adalah pelajar, mahasiswa, dan pegawai dari wilayah sekitarnya seperti Cicalengka, Nagreg, Cikancung, bahkan ada yang datang dari Cimanggung (Kabupaten Sumedang) dan Limbangan (Kabupaten Garut).

Baca Juga:  Hampir Ketinggalan Kereta Api

Sejarah Stasiun Cicalengka dimulai saat pembangunan tahap 5 jalur kereta api Priangan selesai pada 10 September 1884. Setelah mencapai Cicalengka, perusahaan kereta api pemerintah, Staatsspoorwegen (SS), melanjutkan pembangunan ke arah timur menuju Garut.

Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api, dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Sinyal pengulang mekanik terdapat di sebelah barat dan timur stasiun karena adanya jalur rel yang berbelok cukup tajam sebelum dan sesudah stasiun ini.

Di samping itu, terdapat turntable dan corong air yang sudah tidak berfungsi lagi. Pada tahun 2018, turntable stasiun direnovasi dan dicat agar dapat digunakan kembali, meski pada kenyataannya jarang dipakai.

Baca Juga:  Merawat Tradisi Memasak dengan Hawu: Punya Aroma Alami dan Rasa Khas

Stasiun ini memiliki keunikan: penumpang baru boleh masuk ke peron setelah seluruh penumpang KA lokal turun, hal ini untuk menghindari penumpukan di pintu kereta yang bisa menimbulkan kekacauan. Menarik, bukan?

Saat ini, terdapat proyek perombakan besar-besaran di Stasiun Cicalengka terkait dengan proyek jalur ganda lintas Bandung Raya tahap kedua, Haurpugur–Cicalengka.

Stasiun ini akan menjadi stasiun ujung timur jalur ganda lintas Padalarang–Cicalengka. Bangunannya sedang direnovasi menjadi dua tingkat, menyerupai stasiun-stasiun di lintas Gedebage-Haurpugur.

Baca Juga:  Tips Mudik Lebaran ke Kampung Halaman Dengan Aman dan Nyaman

Peristiwa

Pada 19 Agustus 2013, kaca jendela ruang tunggu, ruang PPKA, dan kaca jendela ruang kepala stasiun pecah akibat massa yang tidak mendapatkan tiket KA Lokal Bandung Raya yang jumlahnya dibatasi.

Insiden tersebut membuat KA terlambat sekitar 30 menit dari jadwalnya yakni pukul 05.15. Polisi menyelidiki lima saksi terkait perusakan tersebut.

Kemudian, pada 5 Januari 2024, terjadi kecelakaan antara Commuter Line Bandung Raya nomor KA 350 relasi Padalarang–Cicalengka dan KA Turangga nomor KA PLB 65A relasi Surabaya Gubeng–Bandung di petak Haurpugur-Cicalengka.

Peristiwa tragis yang sangat memilukan masyarakat Indonesia ini menyebabkan empat orang tewas dan puluhan penumpang mengalami luka-luka.***

Seedbacklink