Masih Pegang Teguh Tradisi, Ini 3 Kebiasaan Masyarakat di Jawa Barat Jelang Ramadan

oleh -
Tradisi Ramadan Jawa Barat. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

BANDUNGMU.COMDi Jawa Barat terdapat beberapa tradisi unik yang biasa dijalankan oleh umat Islam dalam menyambut datangnya Ramadan. Bahkan tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun

Berikut tiga tradisi di Jawa Barat yang biasa dijalankan untuk menyambut datangnya Ramadan yang dikutip dari Merdeka.

Tradisi Nyandran

Tradisi menyambut Ramadan pertama di wilayah Jawa Barat adalah tradisi Nyadran. Tradisi yang populer di beberapa wilayah Jawa Barat seperti Cirebon, Sumedang, Garut, Subang, dan Tasik ini merupakan tradisi peninggalan leluhur yang saat ini masih dilaksanakan.

Dilansir dari Liputan6, seorang tokoh agama Jawa Barat bernama KH. Cecep Jaya Karama menjelaskan bahwa untuk masyarakat Indonesia, budaya ziarah ke makam leluhur, seolah menjadi kewajiban kepada sanak saudara atau keturunan setelahnya yang sudah meninggal. Tradisi tersebut juga berkenaan tentang refleksi kita agar selalu mengingat akan kematian sehingga hati dan fikiran menjadi lebih terarah.

“Ziarah kubur ini merupakan amalan yang sangat baik bagi umat Islam (sebagai renungan) dan biasanya wajib dilaksanakan sebelum atau sesudah bulan puasa,” kata Cecep Jaya yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda, Cisurupan, Garut.

Tradisi Nyadran juga merupakan prosesi budaya yang biasa dilakukan oleh masyarakat Sunda dalam membersihkan makam dan melakukan doa. Tradisi Nyadran sendiri, dasarnya diambil dari bahasa Arab, nadara atau lebih akrab disebut oleh orang Sunda dengan sebutan Nyadran yang berarti jarang atau langka.

Tradisi Kuramasan

Tradisi kedua dari Jawa Barat ialah tradisi Kuramasan yang artinya berkeramas dalam dialek Sunda. Kuramasan merupakan serangkaian tradisi mandi besar atau yang biasa dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan mandi taubat. Dapat diartikan jika mandi taubat merupakan mandi dengan mengharapkan pengampunan dosa dari Allah SWT.

Pada dasarnya, tradisi Kuramasan berkaitan dengan kata keramas, dengan membasuh seluruh tubuh dimulai dari kepala secara sempurna. Cecep juga menjelaskan bahwa tradisi itu dapat menunjukkan sebuah simbol dari pembersihan dan penyucian diri secara lahir maupun batin, sebagai bagian dalam penyambutan bulan suci Ramadan.

“Tak lupa saling memaafkan, hilangkan rasa dengki, dan dendam kepada semua,” kata Cecep.

Tidak hanya di dalam keluarga, biasanya acara keramasan biasa dilakukan di lingkungan masyarakat sekitar, dengan cara saling memaafkan antaranggota masyarakat di lingkungan sekitar.

Tradisi Munggahan

Tradisi terakhir adalah tradisi Munggahan. Tradisi ini cukup populer di kalangan masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk menyambut datangnya Ramadan. Kata Munggahan sendiri berasal dari ungkapan munggah, yang berarti naik atau meningkat. Secara harfiah tradisi Munggahan mampu meninggikan derajat seseorang dalam perubahan di berbagai hal, terutama soal kebaikan di bulan Ramadan nantinya.

Bagi masyarakat Sunda di Garut, acara Munggahan biasa digunakan sebagai penyambutan hari pertama Ramadan dan dianggap mampu meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ada dua macam istilah munggahan. Pertama Munggah adat, yakni adanya peningkatan dalam hal adat atau kebiasaan yang berkembang di masyarakat sekitar.

“Contoh, biasanya kalau makan cuma dengan telur, di bulan Ramadan meningkat menjadi makan dengan daging,” ujar Cecep menerangkan.

Kedua Munggah darajat, yakni adanya peningkatan derajat ketakwaan seseorang selama melaksanaan bulan suci Ramadan.

“Yang awalnya jarang beribadah dengan datangnya Ramadan, maka menjadi lebih rajin,” kata dia.

Budayawan Garut Franz Limiart menambahkan, bagi masyarakat Sunda, tradisi Munggahan sudah diwariskan sejak lama secara turun-temurun sebagai bagian penyambutan bulan suci Ramadan.

“Biasanya diisi syukuran makan-makan secara bersama, hitung-hitung makan terakhir siang hari besok mau puasa,” papar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *