Melegenda! Inilah Rumah Berusia 100 Tahun Lokasi Syuting Film Kabayan dan Nyi Iteung

oleh -
Rumah berusia 100 tahun tempat syuting film Si Kabayan (Foto: Tribun Jabar/Mumu Mujahidin)

BANDUNGMU.COM – Rumah panggung dengan bilik bambu di Kampung Sukahaji RT 02/RW 01, Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menyimpan sejarah perfilman Indonesia. Rumah itu tempat syuting sekuel film Si Kabayan pada 1980-an.

Rumah dengan dominasi warna biru dan putih di sebuah halaman luas dengan hamparan rumput hijau itu dijadikan rumah Nyi Iteung, Abah, dan Ambu yang dalam ceritanya menjadi pasangan Kabayan.

Kabayan dalam cerita itu diperankan oleh aktor kawakan yang saat ini sudah meninggal dunia, yakni Didi Petet. Almarhum Didi Petet memerankan Kabayan sejak 1989 hingga 1994 dan bermain dalam empat judul film, yaitu Si Kabayan Saba Kota (1989), Si Kabayan dan Anak Jin (1991), Si Kabayan Saba Metropolitan (1992), terakhir ada Si Kabayan Cari Jodoh (1994).

Sementara itu, sosok yang memerankan Nyi Iteung, juga bukan aktris sembarangan. Tercatat nama besar semacan almarhum Nike Ardilla, Paramitha Rusadi, serta Desy Ratnasari, pernah menjejakkan kaki di rumah yang menjadi ciri khas kesederhanaan budaya sunda itu.

Mempertahankan desain asli

Berdasarkan penuturan sang pemilik, rumah itu dibangun oleh kakeknya sekitar tahun 1923. Hampir berusia 100 tahun, pemilik masih mempertahankan desain rumah tanpa ada perubahan yang sangat mencolok selain hanya beberapa bagian diganti materialnya lantaran sudah usang.

Namun di bagian dalam, suasana pedesaan sangat kental terasa. Lantai kayu dengan bunyi berdecit saat diinjak, dinding bilik, serta lampu temaram menghiasi setiap sudut ruangan rumah. Belum lagi bagian dapur atau pawon yang luas tempat bercengkerama keluarga tampak bersih dan rapi dengan tata letak perabotan jadul (jaman dulu) menciptakan suasana yang nyaman, klasik, intim.

Di ruang tengah, sengaja dipasang kumpulan foto pemeran bersama kru film dan keluarga pemilik rumah sebagai kenang-kenangan bagi anak cucuk kelak dibingkai dalam figura sederhana yang sarat makna.

”Rumah ini memang sudah sangat tua sekitar 97 tahun. Jadi saat ibu saya baru berusia 40 hari, dibawa pindah oleh nenek saya ke sini katanya. Dan sekarang ibu saya sudah meninggal,” ujar Ida Widaningrum (62), cucu pemilik rumah, Sabtu (20/6/2020).

Ida menuturkan sebagian besar perabotan rumah tersebut masih asli peninggalan nenek moyang mereka yang didapat dari hasil lelang peninggalan zaman Belanda sebelum akhirnya Indonesia merdeka.

”Ini koleksi perabotan asli kakek-nenek kami, belum pernah diganti, tetapi ada beberapa yang sudah diperbaiki. Di masanya termasuk barang mewah karena merupakan pembelian hasil lelang dari orang Belanda,” tuturnya.

Bangunan berukuran 20×8 meter persegi ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektare. Ida mengatakan, jauh sebelum dipakai syuting film Si Kabayan, rumah tua tersebut juga sempat dijadikan lokasi syuting sinetron dan film lainnya, semacam Emas Putih, Kelabang Gendi, dan Pel Ajaib.

”Mungkin karena suasananya yang nyaman dan desain rumahnya cocok dijadikan untuk tempat syuting, jadi agak sering disewa,” dia menerangkan.

Ida menuturkan, saat ini rumah tersebut lebih dijadikan sebagai tempat berkumpulnya keluarga besar pada hari-hari besar seperti Idulfitri dan Iduladha.

”Paling dipakai untuk pertemuan keluarga saja karena lumayan banyak kalau semua kumpul,” pungkasnya.

Diolah dari detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *