Jelajah Kopi Kabupaten Bandung, Paket Wisata Baru Menikmati Secangkir Kopi

oleh -
Foto: Dani R Nugraha

BANDUNGMU.COM — Menikmati secangkir kopi tersaji di pagi hari memang sangat nikmat. Namun, ada cara lain menikmati secangkir kopi, yakni dengan mengikuti semua proses penanaman tanaman kopi hingga menyakikan secangkir kopi hangat di tengah rimbunnya kebun kopi milik petani di Bandung Selatan.

Adalah Jelajah Kopi yang menjadi salah satu program unggulan dari Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung.

Jelajah kopi ini mengajak wisatawan untuk menikmati secangkir kopi sekaligus mendapatkan pengetahuan atau edukasi tentang kopi Kabupaten Bandung yang termashur di dalam dan luar negeri itu.

Tak hanya itu saja, pengunjung wisata minat khusus ini, juga dapat menikmati keindahan alam dan hutan Bandung Selatan yang masih asri dengan menumpang kendaraan offroad. Sepanjang perjalanan, rimbunnya pepohonan hutan, berselang dengan tanaman kopi milik penduduk.

Selain menyusuri hutan produksi, wisatawan juga diajak menikmati keindahan Situ Patengang yang terkenal itu. Kemudian, mereka diajak beritirahat dan bersantai di objek wisata alam Arboreteum Park di Desa Wisata Alamendah.

Pengolahan kopi mulai penanaman sampai penyeduhan, sudah biasa dilakukan oleh para petani yang tersebar hampir di seluruh pegunungan yang ada di Kabupaten Bandung.

Proses tersebut berpotensi menjadi sebuah destinasi wisata baru. Wisata yang berpotensi dibuat pada kopi adalah wisata edukasi. Mulai dari penanaman, pengolahan sampai menjadi secangkir kopi dalam berbagai bentuk.

Proses penanaman di pegunungan, pengolahan seperti proses roasting sampai menyeduh kopi dan dinikmati sendiri akan menjadi pengalaman baru yang bisa disajikan kepada wisatawan.

“Jadi, jelajah kopi ini adalah salah satu langkah kami untuk memajukan pariwisata. Yakni bagaimana membuat produk kopi itu bukan hanya dijual biji kopinya saja, tetapi menjual kopi dari prosesnya. Dari mulai menanam, mengolah biji kopi sampai bisa dinikmati,” kata Kepala Disparbud Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan di sela acara Jelajah Kopi di Desa Wisata Alamendah, belum lama ini.

Dalam program Jelajah Kopi tersebut, para wisatawan bisa menikmati perjalanan dengan menggunakan mobil offroad untuk menjelajahi perkebunan kopi.

Mobil offroad berhenti di perkebunan kopi untuk melakukan penanaman, setelah itu melakukan pengolahan sampai menikmati secangkir kopi di rimbunnya hutan.

Menjadikan kopi sebagai wisata ini sengaja digagas oleh Disparbud. Jelajah Kopi menjadi salah satu upaya membudayakan petani menjadi pelaku usaha pariwisata kopi.

“Dengan melihat langsung proses pengolahan kopi, wisatawan juga akan lebih bisa memaknai perjuangan petani untuk menyajikan secangkir kopi yang membutuhkan waktu tidak sebentar,” ujarnya.

Sehingga masyarakat luas, bisa lebih menghargai secangkir kopi yang dinikmati pagi hari. Disamping itu, menjadikan kopi sebagai pariwisata akan memberi tambahan penghasilan bagi masyarakat, termasuk para petani.

Kabid Promosi dan Ekonomi Kreatif pada Disparbud Kabupaten Bandung Vena Andriawan menambahkan, wisata kopi bisa dilakukan di manapun di wilayah Kabupaten Bandung.

Baik selatan, timur maupun utara. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada par pelaku usaha biro perjalanan wisata untuk menawarkan wisata kopi kepada wisatawan.

“Kami juga sudah lakukan penandatanganan kerjasama sengan pemikik kafe tempat kopi, dan mereka punya travel agen, mereka bisa buat paket wisata untuk ditawarkan ke wisatawan. Selanjutnya bagaimana menarik wisatawan, minat khusus. Dalam arti orang orang yang memang ingin berwisata kopi. Dan ini adalah salah satu program dari kementerian pariwisata,” ujar Vena.

Vena melanjutkan, selain memberikan paket offroad, pihaknya memasukan elemen lainnya dari seni dan budaya. Supaya para wisatawan juga tahu ternyata di Kabupaten Bandung terdapat seni budaya yang beragam.

“Kami berharap tahun depan bisa terus berlanjut dan tentunya ini menjadi salah satu event yang dijagokan Kabupaten Bandung untuk dikenalkan kepada dunia. Dan memang event ini merupakan salag satu andalan pariwisata di Jabar,” katanya. (Dani R Nugraha/Inilahkoran.com)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *