Sudah Berusia 100 Tahun, Inilah Sejarah Singkat Peci Iming

oleh -
Foto: peciiming.blogspot.com

BANDUNGMU.COM – Menjelang lebaran, biasanya umat Islam, khususnya yang laki-laki, akan membeli peci baru untuk salat idulfitri.

Khususnya lagi di Kota Bandung, ada peci yang sudah terkenal dan melegenda hingga saat ini. Ya, peci itu adalah Peci M Iming yang sudah berusia kurang lebih satu abad atau 100 tahun.

Peci M Iming sepertinya sudah jadi legenda. Peci ini sudah berada melintasi tiga zaman karena telah berdiri sejak pendudukan Belanda, Jepang, dan zaman kemerdekaan.

Berawal dari jualan kaki lima

Dikutip dari peciiming.blogspot.com, Sabtu (16/04/2022), pada 1918, M Iming atau Mas Iming, lelaki kelahiran Pekalongan tahun 1888, ini mulai membuka usaha sebagai tukang pembuat peci.

Kala itu Mas Iming membuat peci di pinggir jalan atau kaki lima, dijajakan di atas meja kayu bekas peti sabun.

Tempat berjualan itu persis di depan tembok dengan tulisan “Toekang Kopeah” yang kini kusam dan memudar.

Baca Juga:  Tradisi Ngabuburit di Bandung

Pembelinya tak tanggung-tanggung hingga pejabat negara. Bahkan Presiden Soekarno pun membeli peci ke Mas Iming. Tidak hanya itu, pejabat-pejabat negara sebagian besar juga menggunakan peci M Iming.

Mas Iming hanya dikaruniai satu orang anak perempuan, usaha ini turun pada kedua cucunya. Salah satunya adalah cucu kedua Mas Iming, Tubagus Mochamad Sabana, yang kini sudah berusia sepuh.

Dibantu oleh Sabana, usaha Peci M Iming terus berkembang. Dari toko yang semula kecil, bahkan menurut Angi (anak keempat dari lima bersaudara), mirip kandang domba, jadi tambah luas. Saat Mas Iming meninggal pada 1960, usaha pun diteruskan oleh kedua cucunya.

Namun pada 1985, manajemen Peci M Iming terpisah. Untuk putra pertama Mas Iming memegang toko yang ada di Jalan Ahmad Yani. Sementara Sabana memilih pindah dan membuka toko sendiri di Jalan Suci bergabung dengan tempat pembuatan peci.

Baca Juga:  Lebaran, Puncak Kebahagiaan Umat Islam

Namun meski manajemen berbeda, tetapi dipastikan kualitasnya tetap sama. Sabana sendiri sampai sekarang masih aktif mengelola perusahaan peci dibantu Angi dan Benny.

Berangkat dari toko dan tempat produksi yang berada di Suci (Surapati – Cicaheum), hingga sekarang telah melebarkan sayapnya dan telah memiliki dua cabang yang berada di Jln. Pelajar Pejuang 45 No. 40 dan Jln. Reog No. 3C Turangga.

Pemasaran Peci M Iming sudah mencapai seluruh kota yang ada di  Jawa Barat seperti Garut, Tasik, Sukabumi, dan Cianjur. Selain itu, melintas juga ke luar provinsi seperti Yogja, Jakarta, dan Makassar. Bahkan, pemasaran ke luar provinsi pun terus menyebar.

Saking banyaknya cabang dan pemasaran yang semakin luas, hingga sekarang pegawai yang dipekerjakan untuk memproduksi peci di Suci mencapai 35 orang.

Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penjualan peci, apalagi menjelang lebaran akan semakin banyak peci yang terjual.

Baca Juga:  Jangan Lupakan Kurma Ajwa, Makanan Sehat untuk Buka Puasa

Dibandingkan dengan hari-hari biasa ataupun bulan-bulan biasa, biasanya di bulan Ramadhan dan menjelang lebaran, omset penjualan bisa mencapai 100 kali lipat dari hari biasanya.

Kekhasan Peci M Iming itu sudah ada sejak dulu dan kualitasnya sama dari dulu hingga sekarang.

Komponen dasar peci yang disebut “racekan” tidak pernah diubah bahan dasar kain keras dan bahan impor sehingga bisa lebih awet dan tahan lama.

Seiring berjalannya waktu, motif-motif yang dijajakan pun kian berkembang. Meskipun bisa dibilang peci M Iming termasuk tergolong mahal, tetapi soal kualitas tidak bisa dibandingkan dengan merek lain.

Kualitas Peci M Iming tetap yang terbaik. Saat ini, harga Peci M Iming dari yang kualitas bludru standar kisaran Rp120.000 sampai kualitas bludru terbaik Rp240.000 (pada periode tertentu bisa terjadi kenaikan beberapa harga ataupun secara keseluruhan).***

No More Posts Available.

No more pages to load.