UMBandung
Sosbud

Banyak Dikelilingi Kampus Terkenal, Inilah Asal Usul Nama Cibiru Kota Bandung

×

Banyak Dikelilingi Kampus Terkenal, Inilah Asal Usul Nama Cibiru Kota Bandung

Sebarkan artikel ini
Teras Sunda Cibiru (Foto: bandung.go.id)

BANDUNGMU.COM, Bandung — Warga Kota Bandung pasti akrab dengan nama kawasan Cibiru. Terletak di timur Kota Bandung dan berbatasan dengan Kabupaten Bandung, Cibiru sering kali menjadi momok menakutkan karena kemacetan yang hampir selalu terjadi pada pagi dan sore hari, terutama di sekitar Bundaran Cibiru menuju Cileunyi.

Banyak kendaraan yang terjebak macet di sekitar Bundaran Cibiru hingga Cileunyi. Meskipun ruas jalan di kawasan ini cukup lebar, kenyataannya kemacetan tetap menjadi masalah yang sulit diatasi. Kemacetan ini terjadi setiap hari terutama saat jam sibuk.

Pohon biru

Mengutip laman desawisata-cibiruwetan.com, Rabu (12/06/2024), nama Cibiru berasal dari sebuah pohon yang dikenal dengan nama pohon biru. Konon, pohon biru pernah tumbuh di sebuah lokasi yang sekarang dikenal sebagai Kampung Cibiru Tonggoh, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Unik! Diduga Milik Pelaku, Motor Dilas ke Tiang Listrik, Tidak akan Dilepas sampai Maling Ditangkap

Dari akar pohon biru tersebut, mengalir mata air yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dan sekitarnya. Cibiru adalah gabungan dari kata “cai” yang berarti air dan “biru” yang merujuk pada pohon biru, bukan berarti air yang berwarna biru. Keberadaan mata air dari pohon biru ini kemudian menjadikan kawasan tersebut dikenal sebagai Kampung Cibiru yang sekarang disebut Cibiru Tonggoh.

Pemekaran desa

Nama Cibiru kemudian berkembang menjadi nama sebuah desa, yakni Desa Cibiru yang masuk dalam wilayah Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung. Beberapa kepala desa yang pernah menjabat di antaranya Asyari, M Partaatmaja, Moh Daud, M Sukanda, dan Endang.

Pada masa kepemimpinan Kepala Desa Endang D sekitar tahun 1983/1984, dibentuk Tim Perumus Pemekaran Desa (TPPD) yang bertugas merumuskan pemekaran Desa Cibiru. Pada April 1984, Desa Cibiru resmi dimekarkan menjadi dua desa, yaitu Desa Cibiru Kulon sebagai desa induk dan Desa Cibiru Wetan sebagai desa hasil pemekaran.

Baca Juga:  MPID Fokus Menulis Buku Sejarah Muhammadiyah Sidoarjo

Setelah diberlakukannya PP Nomor 16 Tahun 1987, Desa Cibiru Kulon berubah nama menjadi Desa Pasir Biru yang masuk dalam wilayah Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Nama Kecamatan Cibiru diadopsi dari nama Desa Cibiru yang berasal dari kata “cai biru” atau air dari pohon biru.

Setelah pemekaran Desa Cibiru, sejak 30 Juli 1984 berdirilah Desa Cibiru Wetan. Usman, seorang pamong desa dari desa induk, ditunjuk sebagai pejabat sementara Kepala Desa Cibiru Wetan dan kemudian diangkat sebagai Kepala Desa definitif pada Mei 1986 setelah hasil pemilihan pada April 1986. Pada tahun 1992, Desa Cibiru Wetan kembali dimekarkan menjadi Desa Cibiru Wetan dan Desa Cibiru Hilir.

Baca Juga:  Rapatkan Barisan, Angkatan Muda Muhammadiyah Siap Menangkan Edwin Khadafi!

Dikelilingi kampus terkenal

Kawasan Cibiru dan sekitarnya dikenal dengan kemacetannya yang hampir terjadi setiap hari. Namun, ada keunikan di Cibiru dan sekitarnya yang dikelilingi oleh kampus-kampus ternama. Misalnya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Kampus 1 dan 2), Universitas Bhakti Kencana, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Universitas Terbuka (UT) Bandung, dan STIKES Bhakti Kencana.

Selain itu, Cibiru juga menawarkan banyak pilihan lokasi wisata, seperti Masjid Raya Al-Jabbar, Tangga Seribu, Teras Sunda Cibiru yang sering dijadikan lokasi kegiatan seni budaya, Gunung Manglayang, Batu Kuda, Curug Cilengkrang, dan lainnya.***

PMB UM Bandung