Ini Sejarah Kata ”Ci” dan Singkatan di Balik Penganan Khas Sunda

oleh -
Foto: Pinterest

BANDUNGMU.COM – Kamu tentu familiar kan jika mendengar nama makanan cireng dan cilok? Ya, ini adalah beberapa nama makanan yang berasal dari Jawa Barat.

Mungkin ada yang belum tahu kenapa makanan dengan kata depan “ci” begitu banyak di masyarakat Sunda. “Ci” sendiri berasal dari aci. Jika kamu enggak tahu apa itu aci, aci adalah bahasa Sunda untuk tepung tapioka.

Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Fadly Rahman mengatakan, munculnya kudapan-kudapan itu berasal dari masa peralihan abad ke-19 dan ke-20. Saat itu, Jawa Barat merupakan daerah penghasil tepung tapioka terbesar di Indonesia.

Itulah kenapa begitu banyak makanan di kalangan masyarakat Sunda yang menggunakan tepung tapioka. Maklum, saat itu jumlahnya begitu melimpah.

Baca Juga:  Kenapa Emak-emak Sering Menyalakan Sein Kanan Tapi Belok Kiri?

Hal itu juga ditopang kreativitas masyarakat Sunda dalam mengolah makanan. Sehingga, lahirlah aneka makanan berbahan dasar tepung tapioka dengan rasa lezat.

Sementara untuk penamaannya, masyarakat Sunda juga punya kreativitas tersendiri. Yakni makanan yang ada diberi nama unik dengan cara disingkat sehingga lahirlah aneka makanan dengan beragam singkatan.

”Ini salah satu bentuk kelucuan dan kreativitas orang Sunda yang punya sifat jenaka dan komunikatif,” kata Fadly di laman resmi Unpad.

Cireng sendiri berarti aci digoreng. Ini karena tepung tapioka ini diolah dengan cara digoreng. Lalu untuk cilok alias aci dicolok, nama ini disematkan karena tepung tapioka diolah berbentuk bulat dan disajikan dengan cara dicolok alias ditusuk menggunakan tusukan bambu.

Tak hanya makanan berbahan dasar tepung tapioka yang disingkat. Makanan berbahan lainnya juga banyak yang disingkat. Misalnya misro atau amis di jero. Makanan ini terbuat dari bahan baku utama singkong yang dipatur dengan isian gula merah di dalamnya.

Kemudian ada comro, yaitu makanan berbahan dasar singkong. Hampir sama dengan misro, namun comro memakai isian berupa oncom. Di luar makanan tradisional itu, ada banyak makanan lain seperti batagor alias baso tahu goreng dan cilung alias aci digulung.

Ada juga colenak yang berarti dicocol enak. Ini adalah makanan berbahan dasar tape singkong dibakar yang disajikan dengan saus dari parutan kelapa dan gula merah atau gula aren. Cara memakannya, singkong dicocol lebih dulu ke dalam saus itu sehingga lahirlah nama colenak.

Baca Juga:  Terkena Imbas Pandemi, Pengrajin Wayang Golek Asal Bandung Sepi Pembeli

Bahkan, dari waktu ke waktu, jumlah makanan dengan singkatan itu semakin banyak. Hal ini juga terjadi di daerah lain.

Contohnya jasuke alias jagung susu keju, burjo alias bubur kacang ijo, jeniper alias jeruk nipis peras, basreng alias baso goreng, cimol alias aci digemol, cilor alias aci telor, comet alias oncom saemet (comro berukuran kecil), hingga gehu alias tauge tahu.

Beberapa makanan tradisional dengan nama disingkat ini pun sudah banyak yang naik kelas dan disajikan di kafe hingga restoran. Seperti cireng, cilok, dan colenak, hadir di berbagai tempat di Bandung.

Soal kuliner dengan nama unik, Jawa Barat memang jagonya. Nah kamu suka makanan yang mana?

Diolah dari Beritabaik.id

No More Posts Available.

No more pages to load.